albyzack's Blog

Just another WordPress.com weblog

Waspadai Krayon, Penghapus, dan Spidol!

BEKASI, KOMPAS.com — Kalangan pendidik dan orangtua siswa diimbau mewaspadai penggunaan plastik yang mengandung bahan kimia berbahaya pada perlengkapan alat tulis. Salah satu zat aditif berbahaya itu adalah phthalate, bahan pembuatan penghapus yang banyak digunakan siswa sekolah.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengkaji kecenderungan adanya bahan kimia pada alat kelengkapan siswa dan mainan anak-anak. Kajian dilakukan karena diduga kuat sejumlah alat kelengkapan sekolah dan mainan anak-anak itu mengandung zat kimia berbahaya.

Menurut Head Division of Science and Technology Service LIPI Agus Haryono, bahan plastik berbahaya itu antara lain monomer, zat tersisa yang tidak bereaksi saat pembentukan polimer. Styrofoam adalah salah satu bentuk monomer berbahaya. Selain monomer, zat berbahaya lainnya adalah pelentur plastik jenis phthalate.

Dalam keperluan sehari-hari, phthalate dipakai sebagai pelembut plastik mainan anak-anak, pipa PVC, fraksi minyak dalam parfum, zat tambahan dalam hairspray, zat tambahan pengoles kayu, dan pelentur jok mobil.

“Di dunia alat tulis, phthalate digunakan dalam pembuatan penghapus, untuk melembutkan karet agar mudah dibentuk,” ungkap Agus dalam seminar “Alat Pendidikan Sehat bagi Siswa” di Balai Patriot, Kompleks Pemkot Bekasi, Rabu (9/6/2010).

Selain penghapus, alat kelengkapan lain yang patut diwaspadai adalah krayon dan spidol. Krayon diduga mengandung unsur logam berat dan asbestos yang dalam jangka panjang menyebabkan gangguan pada otak, sistem saraf, dan metabolisme tubuh, serta memicu kanker. Sementara pelarut tinta spidol, xylene, bisa menyebabkan gangguan saraf jika terhirup dalam jumlah besar.

Dalam jangka pendek, pengaruh yang bisa dirasakan biasanya anak-anak mengalami mual, muntah, sakit perut, dan diare. Bahan-bahan berbahaya itu bisa masuk ke tubuh anak-anak melalui mulut, saat alat-alat itu dikulum, atau melalui hidung, saat anak-anak menghirup udara di sekitarnya.

“Sampai saat ini belum ada angka pasti korban akibat penggunaan bahan-bahan berbahaya itu. Mungkin karena itu sampai saat ini tidak ada larangan tegas dari pemerintah terkait penggunaan bahan-bahan tersebut,” ujar Agus.

Pengurus YLKI, Huzna Zahir, mengatakan, di negara maju penggunaan plastik diatur dengan ketat, sedangkan di Indonesia hingga kini belum ada pengawasannya. Semestinya, kata dia, pemerintah memiliki standar baku yang harus dipenuhi pada mainan dan alat kelengkapan sekolah yang terbuat dari plastik. (chi)

Juni 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

200 Taksi Singapura Promosikan Sulsel

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sebanyak 200 unit taksi di Singapura dikontrak oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan menaruh gambar dan slogan yang mempromosikan Sulsel di negara tersebut.

Gambar gubernur dipasang sebagai pembeda sehingga orang akan bertanya-tanya, siapa itu dan akan memancing keingintahuan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Irman Yasin Limpo di Makassar, Kamis (10/6/2010) mengatakan tema slogan yang dipasang di alat transportasi publik tersebut antara lain berisi “Visit South Sulawesi 2012”, potensi investasi dan lain-lain.

“Gambar gubernur dipasang sebagai pembeda sehingga orang akan bertanya-tanya, siapa itu dan akan memancing keingintahuan,” katanya.

Taksi-taksi ini diharapkan diluncurkan mulai 2 Juli 2010. “Saya harap gubernur bisa melakukan peluncurannya secara langsung dan kita upayakan juga Perdana Menteri Singapura ikut serta,” katanya.

Ide kreatif ini muncul karena Singapura dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian dunia dan akan menjadi media promosi yang efektif dibandingkan pameran yang kemungkinannya kecil untuk dilihat banyak orang. Baca lebih lanjut

Juni 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Izin Pertambangan Ancam Orangutan

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Sekitar 13 perusahaan pertambangan batu bara belakangan ini mengapling sekitar 1.300 hektar lahan di kawasan hutan koridor milik hak pengusahaan hutan Inhutani I yang berbatasan dengan Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Jika kawasan koridor itu ditambang, daerah jelajah satwa-satwa yang ada di HL Sungai Wain semakin sempit.

Belasan perusahaan tambang itu bisa menguasai daerah tersebut karena memiliki izin kuasa pertambangan (KP) dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pengaplingan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian pihak- pihak berwenang mengingat Hutan Lindung (HL) Sungai Wain adalah habitat orangutan dan beruang madu terbaik yang dimiliki Balikpapan. Koridor yang dikapling termasuk kawasan jelajah satwa-satwa langka itu, khususnya saat mereka mencari makanan.

Demikian penekanan Direktur Badan Pengelola HL Sungai Wain Purwanto di Balikpapan, Rabu (9/6). ”Jika kawasan koridor itu ditambang, daerah jelajah satwa-satwa yang ada di HL Sungai Wain semakin sempit. Sungai Wain sendiri luasnya kurang dari 10.000 hektar,” katanya mengingatkan.

Menurut Purwanto, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait pengaplingan hutan di koridor HL Sungai Wain itu. Sebab, kawasan tersebut bukan berada di wilayah Balikpapan, melainkan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. ”Kami mengusulkan agar kawasan koridor itu masuk daerah tambahan Hutan Lindung Sungai Wain,” katanya.

Wilayah yang diusulkan masuk HL Sungai Wain, menurut Purwanto, sekitar 6.000 hektar. Usulan sudah diajukan kepada Gubernur Kalimantan Timur dan Wali Kota Balikpapan. ”Sekitar 4.000 hektar lahan yang diusulkan masuk HL Sungai Wain saat ini berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, sedangkan 2.000 hektar lagi masuk wilayah Balikpapan,” katanya.

Selain masalah batu bara, pada koridor yang menjadi lokasi pembangunan jembatan Pulau Balang—jembatan yang akan menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara—itu warga kini juga banyak melakukan pengaplingan. Hal itu tecermin dari papan-papan nama pemiliknya sepanjang lebih kurang 15 kilometer. (FUL/BRO)

Juni 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mahfud Enggan Pimpim KPK

JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Rektor Indonesia merekomendasikan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai salah satu bakal calon Pimpinan KPK. Menanggapi rekomendasi tersebut, Mahfud mengatakan tidak mempunyai rencana untuk mengajukan diri sebagai Pimpinan KPK.

“Saya tidak punya rencana ke KPK,” ujar Mahfud lewat pesan singkatnya, Kamis (10/6/2010).

Pernyataan ini sekaligus penegasan atas penolakan yang pernah ia sampaikan sebelumnya. Ia mengatakan tidak bisa maju mendaftar untuk menjadi Pimpinan KPK karena masih memiliki sumpah untuk menjabat sebagai hakim konstitusi hingga 27 April 2013. “Saya tidak bisa colong playu di tengah jalan,” katanya, Senin (7/6/2010).

Seperti diketahui, Forum Rektor Indonesia menyampaikan rekomendasi mengenai calon-calon yang dianggap layak dan pantas untuk maju sebagai calon Pimpinan KPK.

Selain Mahfud, empat sosok lainnya adalah anggota Wantimpres Jimly Ashidiqie, pakar hukum tata negara Saldi Isra, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, dan Ketua Komisi Yudisial Busro Muqqodas.

Juni 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Graph

Graph merupakan struktur data yang paling umum. Jika struktur linear memungkinkan pendefinisian keterhubungan sikuensial antara entitas data, struktur data tree memungkinkan pendefinisian keterhubungan hirarkis, maka struktur graph memungkinkan pendefinisian keterhubungan tak terbatas antara entitas data. Banyak entitas-entitas data dalam masalah-masalah nyata secara alamiah memiliki keterhubungan langsung (adjacency) secara tak terbatas demikian. Contoh: informasi topologi dan jarak antar kota-kota di pulau Jawa. Dalam masalah ini kota x bisa berhubungan langsung dengan hanya satu atau lima kota lainnya. Untuk memeriksa keterhubungan dan jarak tidak langsung antara dua kota dapat diperoleh berdasarkan data keterhubungan-keterhubungan langsung dari kota-kota lainnya yang memperantarainya. Representasi data dengan struktur data linear ataupun hirarkis pada masalah ini masih bisa digunakan namun akan membutuhkan pencarian-pencarian yang kurang efisien. Struktur data graph secara eksplisit menyatakan keterhubungan ini sehingga pencariannya langsung (straightforward) dilakukan pada strukturnya sendiri. Masalah-masalah Graph Masalah path minimum (Shortest path problem) mencari route dengan jarak terpendek dalam suatu jaringan transportasi. Masalah aliran maksimum (maximum flow problem) menghitung volume aliran BBM dari suatu reservoir ke suatu titik tujuan melalui jaringan pipa. Masalah pencariah dalam graph (graph searching problem) mencari langkah-langkah terbaik dalam program permainan catur komputer. Masalah pengurutan topologis (topological ordering problem) menentukan urutan pengambilan mata-mata kuliah yang saling berkaitan dalam hubungan prasyarat (prerequisite). Masalah jaringan tugas (Task Network Problem) membuat penjadwalan pengerjaan suatu proyek yang memungkinkan waktu penyelesaian tersingkat. Masalah pencarian pohon rentang minimum (Minimum Spanning Tree Problem) mencari rentangan kabel listrik yang totalnya adalah minimal untuk menghubungkan sejumlah kota. Travelling Salesperson Problem tukang pos mencari lintasan terpendek melalui semua alamat penerima pos tanpa harus mendatangi suatu tempat lebih dari satu kali. Four-color problem dalam menggambar peta, memberikan warna yang berbeda pada setiap propinsi yang saling bersebelahan. Definisi Suatu graph didefinisikan oleh himpunan verteks dan himpunan sisi (edge). Verteks menyatakan entitas-entitas data dan sisi menyatakan keterhubungan antara verteks. Biasanya untuk suatu graph G digunakan notasi matematis G = (V, E) V adalah himpunan verteks dan E himpunan sisi yang terdefinisi antara pasangan-pasangan verteks. Sebuah sisi antara verteks x dan y ditulis {x, y}. Suatu graph H = (V1, E1) disebut subgraph dari graph G jika V1 adalah himpunan bagian dari V dan E1 himpunan bagian dari E. Digraph & Undigraph Graph Berarah (directed graph atau digraph): jika sisi-sisi pada graph, misalnya {x, y} hanya berlaku pada arah-arah tertentu saja, yaitu dari x ke y tapi tidak dari y ke x; verteks x disebut origin dan vertex y disebut terminus dari sisi tersebut. Secara grafis maka penggambaran arah sisi-sisi digraph dinyatakan dengan anak panah yang mengarah ke verteks terminus, secara notasional sisi graph berarah ditulis sebagai vektor dengan (x, y). graph di samping ini adalah suatu contoh Digraph G = {V, E} dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M} dan E = {( (A,B),(A,C), (A,D), (A,F), (B,C), (B,H), (C,E), (C,G), (C,H), (C,I), (D,E), (D,F), (D,G), (D,K), (D,L), (E,F), (G,I), (G,K), (H,I), (I,J), (I,M), (J,K), (J,M), (L,K), (L,M)}. Graph Tak Berarah (undirected graph atau undigraph): setiap sisi {x, y} berlaku pada kedua arah: baik x ke y maupun y ke x. Secara grafis sisi pada undigraph tidak memiliki mata panah dan secara notasional menggunakan kurung kurawal. graph di samping ini adalah suatu contoh Undigraph G = {V, E} dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M} dan E = { {A,B},{A,C}, {A,D}, {A,F}, {B,C}, {B,H}, {C,E}, {C,G}, {C,H}, {C,I}, {D,E}, {D,F}, {D,G}, {D,K}, {D,L}, {E,F}, {G,I}, {G,K}, {H,I}, {I,J}, {I,M}, {J,K}, {J,M}, {L,K}, {L,M}}. Dalam masalah-masalah graph undigraph bisa dipandang sebagai suatu digraph dengan mengganti setiap sisi tak berarahnya dengan dua sisi untuk masing-masing arah yang berlawanan. Undigraph di atas tersebut bisa dipandang sebagai Digraph G = {V, E} dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M} dan E = { (A,B),(A,C), (A,D), (A,F), (B,C), (B,H), (C,E), (C,G), (C,H), (C,I), (D,E), (D,F), (D,G), (D,K), (D,L), (E,F), (G,I), (G,K), (H,I), (I,J), (I,M), (J,K), (J,M), (L,K), (L,M), (B,A), (C,A), (D,A), (F,A), (C,B), (H,B), (E,C), (G,C), (H,C), (I,C), (E,D), (F,D), (G,D), (K,D), (L,D), (F,E), (I,G), (K,G), (I,H), (J,I), (M,I), (K,J), (M,J), (K,L), (M,L)} Selain itu, berdasarkan definisi ini maka struktur data linear maupun hirarkis adalah juga graph. Node-node pada struktur linear atupun hirarkis adalah verteks-verteks dalam pengertian graph dengan sisi-sisinya menyusun node-node tersebut secara linear atau hirarkis. Sementara kita telah ketahui bahwa struktur data linear adalah juga tree dengan pencabangan pada setiap node hanya satu atau tidak ada. Linear 1-way linked list adalah digraph, linear 2-way linked list bisa disebut undigraph. Aspek Algoritmis Walau secara konseptual struktur linear adalah subset dari tree dan demikian pula tree adalah subset dari graph, dalam aplikasinya perlu dibedakan cara penanganan struktur-struktur tersebut untuk mencapai efisiensi algoritmis. Algoritma-algoritma untuk graph secara umum terlalu mahal apabila digunakan pada struktur hirarkis (tree), apalagi pada struktur linear. Jadi apabila masalah yang dihadapi pada dasarnya hanya merupakan masalah dengan struktur data hirarkis saja maka cukup lah kita menggunakan representasi dan algoritma-algoritma tree. Konektivitas pada Undigraph * Adjacency: Dua verteks x dan y yang berlainan disebut berhubungan langsung (adjacent) jika terdapat sisi {x, y} dalam E. * Path: Sederetan verteks yang mana setiap verteks adjacent dengan verteks yang tepat berada disebelahnya. * Panjang dari path: jumlah sisi yang dilalui path. * Siklus: suatu path dengan panjang lebih dari satu yang dimulai dan berakhir pada suatu verteks yang sama. * Siklus sederhana: dalan undigraph, siklus yang terbentuk pada tiga atau lebih verteks-verteks yang berlainan yang mana tidak ada verteks yang dikunjungi lebih dari satu kali kecuali verteks awal/akhir. * Dua verteks x dan y yang berbeda dalam suatu undigraph disebut berkoneksi (connected) apabila jika terdapat path yang menghubungkannya. * Himpunan bagian verteks S disebut terkoneksi (connected) apabila dari setiap verteks x dalam S terdapat path ke setiap verteks y (y bukan x) dalam S. * Suatu komponen terkoneksi (connected components) adalah subgraph (bagian dari graph) yang berisikan satu himpunan bagian verteks yang berkoneksi. * Suatu undigraph dapat terbagi atas beberapa komponen yang terkoneksi; jika terdapat lebih dari satu komponen terkoneksi maka tidak terdapat path dari suatu verteks dalam satu komponen verteks di komponen lainnya. * Pohon bebas (free tree): suatu undigraph yang hanya terdapat satu komponen terkoneksi serta tidak memiliki siklus sederhana. Konektivitas pada Digraph Terminologi di atas berlaku juga pada Digraph kecuali dalam digraph harus dikaitkan dengan arah tertentu karena pada arah yang sebaliknya belum tentu terdefinisi. * Adjacency ke / dari: Jika terdapat sisi (x,y) maka dalam digraph dikatakan bahwa x “adjacent ke” y atau y “adjacent dari” x. Demikian pula jika terdapat path dari x ke y maka belum tentu ada path dari y ke x Jadi dalam digraph keterkoneksian didefinisikan lebih lanjut lagi sebagai berikut. * Terkoneksi dengan kuat: Himpunan bagian verteks S dikatakan terkoneksi dengan kuat (strongly connected) bila setiap pasangan verteks berbeda x dan y dalam S, x berkoneksi dengan y dan y berkoneksi dengan x (dpl., ada path dari x ke y dan sebaliknya dari y ke x). * Terkoneksi dengan Lemah: Himpunan bagian verteks S dikatakan terkoneksi dengan lemah (weakly connected) bila setiap pasangan verteks berbeda x dan y dalam S, salah satu: x berkoneksi dengan y (atau y berkoneksi dengan x) dan tidak kebalikan arahnya (dpl., hanya terdefinisi satu path: dari x ke y atau sebaliknya dari y ke x). Himpunan Keterhubungan Langsung Cara pendefinisian lain untuk graph adalah dengan menggunakan himpunan keterhubungan langsung Vx. Pada setiap verteks x terdefinisi Vx sebagai himpunan dari verteks-verteks yang adjacent dari x. Secara formal: Vx = {y | (x,y) Î E} Dalam digraph didefinisikan juga terminologi-terminologi berikut ini. Predesesor dari suatu verteks x (ditulis Pred(x)) adalah himpunan semua verteks yang adjacent ke x. Suksesor dari verteks x (ditulis Succ(x)) adalah himpunan semua verteks yang adjacent dari x; yaitu adjacency set di atas. . Degree * Degree dari suatu verteks x dalam undigraph adalah jumlah sisi di mana di salah satu ujungnya terdapat x. * Indegree dari suatu verteks x dalam digraph adalah jumlah dari predesesor x. * Outdegree dari suatu verteks x dalam digraph adalah jumlah dari suksesor x. Graph berbobot (weighted graph) Apabila sisi-sisi pada graph disertai juga dengan suatu (atau beberapa) harga yang menyatakan secara unik kondisi keterhubungan tersebut maka graph tersebut disebut graph berbobot. Biasanya dalam masalah-masalah graph bobot tersebut merupakan “biaya” dari keterhubungan ybs. Pengertian “biaya” ini menggeneralisasikan banyak aspek: biaya ekonomis dari proses/aktifitas, jarak geografis/tempuh, waktu tempuh, tingkat kesulitan, dan lain sebagainya. Dalam beberapa masalah lain bisa juga bobot tersebut memiliki pengertian “laba” yang berarti kebalikan dari “biaya” di atas. Dalam pembahasan algoritma-algoritma graph nanti pengertian bobot akan menggunakan pengertian biaya sehingga apabila diaplikasikan pada masalah yang berpengertian laba maka kuantitas-kuantitas terkait adalah kebalikannnya. Misalnya mencari jarak tempuh minimum digantikan dengan mencari laba maksimum. Lihat contoh graph berikut ini. Graph ini merupakan Undirected Weighted Graph. Order dari verteks A = 4, verteks B = 3, dst. Adjacentcy list dari D adalah = {A, E, F, G, K, L}. Graph merupakan struktur data yang paling umum. Jika struktur linear memungkinkan pendefinisian keterhubungan sikuensial antara entitas data, struktur data tree memungkinkan pendefinisian keterhubungan hirarkis, maka struktur graph memungkinkan pendefinisian keterhubungan tak terbatas antara entitas data. Banyak entitas-entitas data dalam masalah-masalah nyata secara alamiah memiliki keterhubungan langsung (adjacency) secara tak terbatas demikian. Contoh: informasi topologi dan jarak antar kota-kota di pulau Jawa. Dalam masalah ini kota x bisa berhubungan langsung dengan hanya satu atau lima kota lainnya. Untuk memeriksa keterhubungan dan jarak tidak langsung antara dua kota dapat diperoleh berdasarkan data keterhubungan-keterhubungan langsung dari kota-kota lainnya yang memperantarainya. Representasi data dengan struktur data linear ataupun hirarkis pada masalah ini masih bisa digunakan namun akan membutuhkan pencarian-pencarian yang kurang efisien. Struktur data graph secara eksplisit menyatakan keterhubungan ini sehingga pencariannya langsung (straightforward) dilakukan pada strukturnya sendiri. Masalah-masalah Graph Masalah path minimum (Shortest path problem) mencari route dengan jarak terpendek dalam suatu jaringan transportasi. Masalah aliran maksimum (maximum flow problem) menghitung volume aliran BBM dari suatu reservoir ke suatu titik tujuan melalui jaringan pipa. Masalah pencariah dalam graph (graph searching problem) mencari langkah-langkah terbaik dalam program permainan catur komputer. Masalah pengurutan topologis (topological ordering problem) menentukan urutan pengambilan mata-mata kuliah yang saling berkaitan dalam hubungan prasyarat (prerequisite). Masalah jaringan tugas (Task Network Problem) membuat penjadwalan pengerjaan suatu proyek yang memungkinkan waktu penyelesaian tersingkat. Masalah pencarian pohon rentang minimum (Minimum Spanning Tree Problem) mencari rentangan kabel listrik yang totalnya adalah minimal untuk menghubungkan sejumlah kota. Travelling Salesperson Problem tukang pos mencari lintasan terpendek melalui semua alamat penerima pos tanpa harus mendatangi suatu tempat lebih dari satu kali. Four-color problem dalam menggambar peta, memberikan warna yang berbeda pada setiap propinsi yang saling bersebelahan. Definisi Suatu graph didefinisikan oleh himpunan verteks dan himpunan sisi (edge). Verteks menyatakan entitas-entitas data dan sisi menyatakan keterhubungan antara verteks. Biasanya untuk suatu graph G digunakan notasi matematis G = (V, E) V adalah himpunan verteks dan E himpunan sisi yang terdefinisi antara pasangan-pasangan verteks. Sebuah sisi antara verteks x dan y ditulis {x, y}. Suatu graph H = (V1, E1) disebut subgraph dari graph G jika V1 adalah himpunan bagian dari V dan E1 himpunan bagian dari E. Digraph & Undigraph Graph Berarah (directed graph atau digraph): jika sisi-sisi pada graph, misalnya {x, y} hanya berlaku pada arah-arah tertentu saja, yaitu dari x ke y tapi tidak dari y ke x; verteks x disebut origin dan vertex y disebut terminus dari sisi tersebut. Secara grafis maka penggambaran arah sisi-sisi digraph dinyatakan dengan anak panah yang mengarah ke verteks terminus, secara notasional sisi graph berarah ditulis sebagai vektor dengan (x, y). graph di samping ini adalah suatu contoh Digraph G = {V, E} dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M} dan E = {( (A,B),(A,C), (A,D), (A,F), (B,C), (B,H), (C,E), (C,G), (C,H), (C,I), (D,E), (D,F), (D,G), (D,K), (D,L), (E,F), (G,I), (G,K), (H,I), (I,J), (I,M), (J,K), (J,M), (L,K), (L,M)}. Graph Tak Berarah (undirected graph atau undigraph): setiap sisi {x, y} berlaku pada kedua arah: baik x ke y maupun y ke x. Secara grafis sisi pada undigraph tidak memiliki mata panah dan secara notasional menggunakan kurung kurawal. graph di samping ini adalah suatu contoh Undigraph G = {V, E} dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M} dan E = { {A,B},{A,C}, {A,D}, {A,F}, {B,C}, {B,H}, {C,E}, {C,G}, {C,H}, {C,I}, {D,E}, {D,F}, {D,G}, {D,K}, {D,L}, {E,F}, {G,I}, {G,K}, {H,I}, {I,J}, {I,M}, {J,K}, {J,M}, {L,K}, {L,M}}. Dalam masalah-masalah graph undigraph bisa dipandang sebagai suatu digraph dengan mengganti setiap sisi tak berarahnya dengan dua sisi untuk masing-masing arah yang berlawanan. Undigraph di atas tersebut bisa dipandang sebagai Digraph G = {V, E} dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M} dan E = { (A,B),(A,C), (A,D), (A,F), (B,C), (B,H), (C,E), (C,G), (C,H), (C,I), (D,E), (D,F), (D,G), (D,K), (D,L), (E,F), (G,I), (G,K), (H,I), (I,J), (I,M), (J,K), (J,M), (L,K), (L,M), (B,A), (C,A), (D,A), (F,A), (C,B), (H,B), (E,C), (G,C), (H,C), (I,C), (E,D), (F,D), (G,D), (K,D), (L,D), (F,E), (I,G), (K,G), (I,H), (J,I), (M,I), (K,J), (M,J), (K,L), (M,L)} Selain itu, berdasarkan definisi ini maka struktur data linear maupun hirarkis adalah juga graph. Node-node pada struktur linear atupun hirarkis adalah verteks-verteks dalam pengertian graph dengan sisi-sisinya menyusun node-node tersebut secara linear atau hirarkis. Sementara kita telah ketahui bahwa struktur data linear adalah juga tree dengan pencabangan pada setiap node hanya satu atau tidak ada. Linear 1-way linked list adalah digraph, linear 2-way linked list bisa disebut undigraph. Aspek Algoritmis Walau secara konseptual struktur linear adalah subset dari tree dan demikian pula tree adalah subset dari graph, dalam aplikasinya perlu dibedakan cara penanganan struktur-struktur tersebut untuk mencapai efisiensi algoritmis. Algoritma-algoritma untuk graph secara umum terlalu mahal apabila digunakan pada struktur hirarkis (tree), apalagi pada struktur linear. Jadi apabila masalah yang dihadapi pada dasarnya hanya merupakan masalah dengan struktur data hirarkis saja maka cukup lah kita menggunakan representasi dan algoritma-algoritma tree. Konektivitas pada Undigraph * Adjacency: Dua verteks x dan y yang berlainan disebut berhubungan langsung (adjacent) jika terdapat sisi {x, y} dalam E. * Path: Sederetan verteks yang mana setiap verteks adjacent dengan verteks yang tepat berada disebelahnya. * Panjang dari path: jumlah sisi yang dilalui path. * Siklus: suatu path dengan panjang lebih dari satu yang dimulai dan berakhir pada suatu verteks yang sama. * Siklus sederhana: dalan undigraph, siklus yang terbentuk pada tiga atau lebih verteks-verteks yang berlainan yang mana tidak ada verteks yang dikunjungi lebih dari satu kali kecuali verteks awal/akhir. * Dua verteks x dan y yang berbeda dalam suatu undigraph disebut berkoneksi (connected) apabila jika terdapat path yang menghubungkannya. * Himpunan bagian verteks S disebut terkoneksi (connected) apabila dari setiap verteks x dalam S terdapat path ke setiap verteks y (y bukan x) dalam S. * Suatu komponen terkoneksi (connected components) adalah subgraph (bagian dari graph) yang berisikan satu himpunan bagian verteks yang berkoneksi. * Suatu undigraph dapat terbagi atas beberapa komponen yang terkoneksi; jika terdapat lebih dari satu komponen terkoneksi maka tidak terdapat path dari suatu verteks dalam satu komponen verteks di komponen lainnya. * Pohon bebas (free tree): suatu undigraph yang hanya terdapat satu komponen terkoneksi serta tidak memiliki siklus sederhana. Konektivitas pada Digraph Terminologi di atas berlaku juga pada Digraph kecuali dalam digraph harus dikaitkan dengan arah tertentu karena pada arah yang sebaliknya belum tentu terdefinisi. * Adjacency ke / dari: Jika terdapat sisi (x,y) maka dalam digraph dikatakan bahwa x “adjacent ke” y atau y “adjacent dari” x. Demikian pula jika terdapat path dari x ke y maka belum tentu ada path dari y ke x Jadi dalam digraph keterkoneksian didefinisikan lebih lanjut lagi sebagai berikut. * Terkoneksi dengan kuat: Himpunan bagian verteks S dikatakan terkoneksi dengan kuat (strongly connected) bila setiap pasangan verteks berbeda x dan y dalam S, x berkoneksi dengan y dan y berkoneksi dengan x (dpl., ada path dari x ke y dan sebaliknya dari y ke x). * Terkoneksi dengan Lemah: Himpunan bagian verteks S dikatakan terkoneksi dengan lemah (weakly connected) bila setiap pasangan verteks berbeda x dan y dalam S, salah satu: x berkoneksi dengan y (atau y berkoneksi dengan x) dan tidak kebalikan arahnya (dpl., hanya terdefinisi satu path: dari x ke y atau sebaliknya dari y ke x). Himpunan Keterhubungan Langsung Cara pendefinisian lain untuk graph adalah dengan menggunakan himpunan keterhubungan langsung Vx. Pada setiap verteks x terdefinisi Vx sebagai himpunan dari verteks-verteks yang adjacent dari x. Secara formal: Vx = {y | (x,y) Î E} Dalam digraph didefinisikan juga terminologi-terminologi berikut ini. Predesesor dari suatu verteks x (ditulis Pred(x)) adalah himpunan semua verteks yang adjacent ke x. Suksesor dari verteks x (ditulis Succ(x)) adalah himpunan semua verteks yang adjacent dari x; yaitu adjacency set di atas. . Degree * Degree dari suatu verteks x dalam undigraph adalah jumlah sisi di mana di salah satu ujungnya terdapat x. * Indegree dari suatu verteks x dalam digraph adalah jumlah dari predesesor x. * Outdegree dari suatu verteks x dalam digraph adalah jumlah dari suksesor x. Graph berbobot (weighted graph) Apabila sisi-sisi pada graph disertai juga dengan suatu (atau beberapa) harga yang menyatakan secara unik kondisi keterhubungan tersebut maka graph tersebut disebut graph berbobot. Biasanya dalam masalah-masalah graph bobot tersebut merupakan “biaya” dari keterhubungan ybs. Pengertian “biaya” ini menggeneralisasikan banyak aspek: biaya ekonomis dari proses/aktifitas, jarak geografis/tempuh, waktu tempuh, tingkat kesulitan, dan lain sebagainya. Dalam beberapa masalah lain bisa juga bobot tersebut memiliki pengertian “laba” yang berarti kebalikan dari “biaya” di atas. Dalam pembahasan algoritma-algoritma graph nanti pengertian bobot akan menggunakan pengertian biaya sehingga apabila diaplikasikan pada masalah yang berpengertian laba maka kuantitas-kuantitas terkait adalah kebalikannnya. Misalnya mencari jarak tempuh minimum digantikan dengan mencari laba maksimum. Lihat contoh graph berikut ini. Graph ini merupakan Undirected Weighted Graph. Order dari verteks A = 4, verteks B = 3, dst. Adjacentcy list dari D adalah = {A, E, F, G, K, L}.

Juni 8, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Cinta dan Persahabatan

Tak seharusnya aku merasakan perasaan ini. Aku takut kalau suatu saat nanti, aku kehilangan seseorang yang aku cari selama ini. Tanggal 22 Oktober, seseorang yang tak aku sangka mengungkapkan perasaannya ke aku. Dia adalah sahabat aku sendiri, bahkan dia juga teman dari mantan aku yang baru putus seminggu yang lalu. Tak ku sangka, dia mengatakan kalau dia sangat sayang sama aku. Aku bingung, apa yang harus aku katakan. Dan aku pun bertanya “Sejak kapan kamu suka sama aku?”. Dia menjawab, “Saat kita berempat pergi ke Pasuruan. Di saat itulah, aku mulai marasakan sayang sama kamu. Tapi aku tak berani buat ngungkapin semua, karena saat itu kita sudah ada yang memiliki. Dan sekarang kamu sudah tidak ada yang Baca lebih lanjut

Juni 8, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sinar X pada Gigi Picu Kanker Tiroid

Liputan6.com, London: Paparan sinar X pada gigi yang dilakukan secara berulang, ternyata dapat meningkatkan risiko kanker tiroid. Menurut penelitian yang dilakukan baru-baru ini, kelenjar tiroid di leher sensitif terhadap radiasi pengion, terutama pada anak-anak. Namun potensi risiko yang ditimbulkan radiografi gigi ini sering diabaikan.

Dalam penelitian yang dilakukan pada 313 pasien kanker, para ilmuwan dari Brighton, Cambridge, dan Kuwait menemukan kemungkinan penyakit kanker meningkat seiring dengan seringnya gigi yang terkena sinar-X. Mereka menyimpulkan, pemaparan sinar X pada gigi hanya boleh diresepkan untuk memenuhi kebutuhan klinis tertentu, dan bukan merupakan bagian dari suatu check up rutin. Dr. Memon–ketua penelitian–juga menyarankan dosis rendah sinar X pada orang dewasa mungkin yang mungkin dapat membantu. Selain dapat meningkatkan risiko kanker tiroid, sinar X pada gigi juga dapat memicu risiko tumor otak dan kelenjar ludah.(Telegraph/ARI)

Juni 5, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

resensi film II

Case 39

Dimulainya cerita ini dengan ditugaskannya Emily Jenkins (Renee Zellweger) untuk menyelidiki kasus penganiayaan orang tua terhadap anak. Edward Sullivan (Callum Keith Rennie) dan Margaret Sullivan (Kerry O’Malley) diduga melakukan penyiksaan terhadap anak kandung mereka, Lillith (Jodelle Ferland), seorang anak perempuan berusia 10 tahun.
Menanggapi laporan Lillith, maka polisi menugaskan Emily untuk menyelidiki kasus ini. Setelah memutuskan untuk mendatangi rumah keluarga Sullivan namun tidak mendapatkan keterangan yang dimaksud, Emily mencoba berkomunikasi dengan Lillith dengan mengundang keluarga mereka ke kantor polisi dan berbicara berdua dengan Lillith. Dari keterangan Lillith, Emily mendapat keterangan bahwa Edward dan Margaret berusaha membunuhnya.
Saat Edward dan Margaret berusaha membunuh Lillith dengan memasukkannya ke dalam oven, Emily secara kebetulan datang dan berhasil menyelamatkan Lillith. Kali ini Edward dan Margaret tidak dapat berkelit dan mereka dimasukkan ke penjara. Melalui proses yang singkat, akhirnya Lillith tinggal bersama Emily dan kehidupan Emily pun mulai berubah.

Kecurigaan polisi terhadap Lillith mulai terjadi pada saat mereka menemukan bukti adanya panggilan telepon dari rumah Emily ke rumah Pedro (salah satu teman sekelas Lillith) dimalam sebelum Pedro membunuh kedua orangtuanya. Lillith tidak pernah mengakui bahwa ia menghubungi Pedro, namun polisi yakin bahwa memang ia yang menghubungi Pedro. Merasa dicurigai oleh Polisi, terutama Detektif Doglas, Lillith menunjukkan ancamannya dan keesokan harinya Douglas ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri.

Emily mulai curiga dan merasa terancam dengan kehadiran Lillith, ditambah lagi satu persatu orang yang berada di dekatnya tewas dengan cara yang sama, bunuh diri. Emily mencoba mencari tahu siapa sebenarnya Lillith, atas dasar cerita kedua orang tua Lillith, Emily percaya bahwa Lillith bukan seorang anak perempuan biasa, tapi adalah jelmaan setan. Berbagai cara dilakukan Emily untuk menghindari Lillith, tapi tak bisa. Hingga suatu ketika Emily berhasil membunuh Lillith dengan cara melawan rasa takutnya.

Tidak banyak ketegangan yang didapat ketika menonton film ini, akhir cerita bisa ditebak sejak film mulai berada di tangah. Namun, tetap menarik untuk ditonton saat mengisi waktu senggang

Juni 5, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Resensi Film

My Sisters Keeper

Anna Fitzgerald hadir didunia dengan satu tujuan : menjadi donor untuk kakak perempuannya yang sedang sakit kanker darah. Sejak bayi Anna sudah disodori berbagai macam pemeriksaan dari yang sangat sederhana sampai pencangkokan sum-sum tulang belakang.

Suatu hari, Anna memutuskan untuk menuntut kedua orangtuanya supaya ia memiliki hak penuh atas tubuhnya sendiri, ia muak karena sedari kecil selalu di-dikte untuk melakukan berbagai macam pengobatan. Ia menyewa pengacara nomor satu Mr Campbell Alexander untuk mendukungnya. Akankah anna berhasil mendapatkan hak penuh atas badannya sendiri?akankah ia tega membiarkan kakak perempuannya meninggal karena donor satu2nya menolak?
——-
setidaknya gambaran cerita ini yang akan didapatkan sewaktu menonton 30menit pertama dari film. Tapi saya pastikan bahwa kalian akan tertipu,, karena film ini jauh lebih dalam maknanya dari sekedar tuntutan Anna.

Entah  bagaimana, sang sutradara berhasil meramu cerita yang pada awalnya dikira bisa ditebak , menjadi sangat rumit tapi tetap menarik.Cameron Diaz dan Alec Baldwin berseteru didalam scene pengadilan  serta akting dari Sara Fitzgerald(sang kakak yang menderita kanker)  juga patut diperhitungkan.

Konflik keluarga yang ada hadir nyaris tanpa cela , hanya saja tidak didukung dengan pilihan soundtrack yang bagus.. sehingga film ini terkesan nanggung.

Selamat menonton ^^

sumber: RESENSI-FILM.COM

Juni 5, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Berikut Cara Mencuci Yang Benar, Agar Pakaian Anda Awet

Pekerjaan rumah tangga Anda saat ini semakin mudah dengan adanya mesin cuci yang serbaotomatis. Anda tinggal mengatur semua tombol-tombolnya, dan meninggalkannya untuk melakukan aktivitas yang lain. Pakaian pun akan bersih dalam waktu yang Anda tentukan.

Sayangnya, masih banyak orang yang salah dalam menangani urusan pencucian pakaian. Misalnya saja, karena pakaian sudah keburu menumpuk Anda masukkan saja semua pakaian tersebut ke dalam mesin cuci. Niatnya untuk menghemat waktu, tetapi hasilnya tak sepadan. Pakaian Anda lekas pudar, kancingnya lepas di sana-sini, bahkan kotorannya pun tak tercuci bersih!

Untuk menghindari semua ini, segera ubah kebiasaan Anda saat mencuci pakaian. Dengan mengikuti beberapa langkah sederhana ini, pakaian kesayangan Anda tetap awet dan wangi sepanjang waktu.

Jangan biarkan noda terlalu lama menetap pada pakaian. Cara terbaik untuk menghilangkan noda adalah segera membersihkan begitu pakaian terpapar bercak kotoran. Gunakan produk pembersih noda khusus untuk membasuhnya dengan cepat. Jika Anda tak bisa langsung menanganinya, lakukan segera setelah Anda tiba di rumah. Meskipun Anda harus menunggu hingga beberapa hari untuk mencuci pakaian tersebut, akan lebih baik jika Anda melakukan perawatan darurat untuk mencegah noda makin sulit dibersihkan.

Pisahkan pakaian Anda. Pisahkan pakaian yang berwarna gelap dari yang terang, serta pakaian yang berbahan lembut dari yang kaku atau kasar. Meskipun sudah pernah dicuci, pakaian berwarna gelap masih bisa melunturi pakaian lain pada pencucian berikutnya. Pisahkan juga handuk dari pakaian Anda, karena bulu-bulu dari handuk bisa menempel pada pakaian.

Saat akan mencuci, balikkan pakaian sehingga bagian luarnya menghadap ke dalam. Hal ini untuk mencegah bagian luar pakaian saling bergesekan dan membuat warnanya memudar. Luruskan gulungan kaus kaki dan manset pada lengan baju untuk melepaskan kotoran dari lipatannya. Kosongkan kantung kemeja dan celana, tutup resleting, kancing, dan pengait celana, untuk mencegah pakaian tersangkut satu sama lain dan robek.

Jangan mengisi penuh mesin cuci. Mesin cuci biasanya memiliki pengaturan kapasitas pakaian dalam sekali pencucian. Dengan menyisakan cukup ruang untuk pakaian di dalam mesin cuci, alat pemutar (spinner) dapat “mengucek” pakaian lebih leluasa. Jika mesin cuci terlalu penuh, pakaian tidak akan tercuci dengan bersih. Tidak adanya cukup ruang di dalam mesin cuci menyebabkan pakaian saling bergesekan dan mudah rusak. Kecelakaan seperti kancing pakaian terlepas biasanya terjadi akibat mesin terlalu penuh.

Lakukan pengaturan pencucian sesuai bahan pakaian. Pengaturan “regular” dapat digunakan untuk kebanyakan pakaian yang terbuat dari katun. Sedangkan untuk pakaian yang menggunakan bahan yang ringan dan longgar seperti sutera, sebaiknya atur spinner pada posisi “soft”. Jika pakaian Anda pada umumnya tidak begitu kotor, Anda bisa melakukan pengaturan soft dengan waktu yang tidak perlu terlalu lama.

Hemat air saat membilas. Umumnya kita akan membilas pakaian beberapa kali untuk memastikan agar busa sabun benar-benar lenyap. Padahal ada cara yang lebih mudah untuk menghilangkan busa, sekaligus menghemat penggunaan air. Anda bisa menggunakan Molto Ultra Sekali Bilas, pelembut dan pewangi pakaian konsentrat yang memungkinkan Anda membilas cucian sekali saja. Hal ini disebabkan inovasi bahan aktif berupa antifoam, yang bertugas membersihkan semua busa pada pakaian secara menyeluruh; antideterjen, yang menghilangkan semua sisa sabun dari pakaian saat dicuci; dan antiredeposisi, yang menghambat kotoran untuk melekat kembali pada pakaian. Anda bisa menghemat air, waktu, dan tenaga saat mencuci, sekaligus mempertahankan kesegaran pakaian Anda hingga 14 hari.

Segera jemur pakaian yang sudah dikeringkan. Jangan meninggalkan pakaian yang sudah dicuci berlama-lama di dalam mesin cuci. Dalam hitungan waktu, pakaian yang basah dapat menimbulkan bakteri. Handuk yang sudah dicuci pun mungkin akan berbau segar. Namun setelah Anda memakainya lagi (untuk mengeringkan tubuh sehabis mandi), handuk bisa meninggalkan bau apek.

Rawat mesin Anda. Setelah dipakai mencuci, biarkan tutup mesin terbuka untuk mengurangi kelembabannya. Bersihkan juga kain penyaringnya agar tidak menyimpan bulu-bulu halus dari pakaian. Keringkan bagian luar mesin cuci, terutama panel-panelnya, agar tidak merusak fungsinya. Lakukan juga servis mesin cuci secara berkala untuk memastikan semua fungsi mesin tetap berjalan dengan semestinya.

Sumber: redbook, Editor: din, kompas.com

Juni 2, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar