albyzack's Blog

Just another WordPress.com weblog

resensi film II

Case 39

Dimulainya cerita ini dengan ditugaskannya Emily Jenkins (Renee Zellweger) untuk menyelidiki kasus penganiayaan orang tua terhadap anak. Edward Sullivan (Callum Keith Rennie) dan Margaret Sullivan (Kerry O’Malley) diduga melakukan penyiksaan terhadap anak kandung mereka, Lillith (Jodelle Ferland), seorang anak perempuan berusia 10 tahun.
Menanggapi laporan Lillith, maka polisi menugaskan Emily untuk menyelidiki kasus ini. Setelah memutuskan untuk mendatangi rumah keluarga Sullivan namun tidak mendapatkan keterangan yang dimaksud, Emily mencoba berkomunikasi dengan Lillith dengan mengundang keluarga mereka ke kantor polisi dan berbicara berdua dengan Lillith. Dari keterangan Lillith, Emily mendapat keterangan bahwa Edward dan Margaret berusaha membunuhnya.
Saat Edward dan Margaret berusaha membunuh Lillith dengan memasukkannya ke dalam oven, Emily secara kebetulan datang dan berhasil menyelamatkan Lillith. Kali ini Edward dan Margaret tidak dapat berkelit dan mereka dimasukkan ke penjara. Melalui proses yang singkat, akhirnya Lillith tinggal bersama Emily dan kehidupan Emily pun mulai berubah.

Kecurigaan polisi terhadap Lillith mulai terjadi pada saat mereka menemukan bukti adanya panggilan telepon dari rumah Emily ke rumah Pedro (salah satu teman sekelas Lillith) dimalam sebelum Pedro membunuh kedua orangtuanya. Lillith tidak pernah mengakui bahwa ia menghubungi Pedro, namun polisi yakin bahwa memang ia yang menghubungi Pedro. Merasa dicurigai oleh Polisi, terutama Detektif Doglas, Lillith menunjukkan ancamannya dan keesokan harinya Douglas ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri.

Emily mulai curiga dan merasa terancam dengan kehadiran Lillith, ditambah lagi satu persatu orang yang berada di dekatnya tewas dengan cara yang sama, bunuh diri. Emily mencoba mencari tahu siapa sebenarnya Lillith, atas dasar cerita kedua orang tua Lillith, Emily percaya bahwa Lillith bukan seorang anak perempuan biasa, tapi adalah jelmaan setan. Berbagai cara dilakukan Emily untuk menghindari Lillith, tapi tak bisa. Hingga suatu ketika Emily berhasil membunuh Lillith dengan cara melawan rasa takutnya.

Tidak banyak ketegangan yang didapat ketika menonton film ini, akhir cerita bisa ditebak sejak film mulai berada di tangah. Namun, tetap menarik untuk ditonton saat mengisi waktu senggang

Juni 5, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: